IP
Tampilkan postingan dengan label Artikel MAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel MAI. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Pemilihan Ketua dan Wakil ketua MAI - 2014




Seiring waktu yang terus berjalan 2013 sudah mulai terlampaui ...dengan terbitnya tanggalan MAI seperti di atas merupakan salah satu tanda untuk segera memilih kembali kepengurusan yang baru.
Dikarenakan rencana kopdar akbar di Tasik di rescheduling kembali mengingat cuaca yang lagi kurang bersahabat dimana mana sedang banjir maka di putuskan untuk Kopdak di area BIC tepatnya di RM Alamsari - Danau - Cikampek Tanggal 19 Januari 2014 kemarin.


Di atas gambar gambar sahabat astiner yang hadir di acara tersebut.

Mas Ink sedang survey peleton astina


Kandidat pengurus baru 2 kanan dan sebelah kanan pengurus 2013 


Serah terima ke pengurusan dari mas Agus Anggara ke mas Aprizan 
  
Akhir dari acara tersebut adalah terpilihnya pengurus baru yaitu :


Selamat kepada mas Aprizan dan mas Andriana selamat bertugas dan semoga tambah solid .....keep brotherhood ...

Jumat, 09 November 2012

Kopdar Astiner di BSD - Tangerang


Kami Beritahukan Kepada Bpk/Ibu/Om/Tante/Mas/Pakde/Budhe/Teteh ASTINER di mana saja berada :
Bahwasannya Kopdar Bulanan Akan di Selenggarakan di Hari Sabtu ,Tanggal 17 November 2012
Bertempat di Parkiran BSD dekat SGU ( Swiss German University )
Contact person : Mas Dito Satrio di : https://www.facebook.com/ditos2

Ditunggu Kedatangan dan partisipasinya.



Salam


Tiwux 12


Berikut suasana kopdar di BSD :




Kamis, 12 Juli 2012

Mazda Astina Saat Turun di Kejurnas Drag race di Sentul

Ajang Adu Kencang dan adu nyali dimana mobil astina ikut turun ke dalam ajang pertarungan di sirkuit sentul tahun 1998 - 2004
Waktu itu grup ini masih bernama MAC ( Mazda Astina Club ) yang di ketuain oleh Om Ade Renaldy dan beliaulah yang turun langsung ke arena balap ini.
Dengan kecepatan bisa mencapai 245 km/Jam.
Untuk mencapai kecepatan tersebut di atas specnya mesinnya sudah di bore up menjadi 2000cc + Turbo charge dan intercooler.

Berikut album kenangan waktu itu ........




















Jumat, 06 Juli 2012

Astina di liputan blackexperience.com


Kali ini giliran Heryna ....Yups mobil tunggangan dari anggota MAI ,Om Hery anggara putra masuk dalam liputan di www.blackexperience.com.

Sebelum filenya tertimpa dengan liputan yang baru maka untuk memudahkan pencarian dan bahan referensi di blog ini admin copas kan dari blog di atas beserta link nya.


Daya pikat dari sedan tahun 1990-an memang tak bisa diabaikan begitu saja. Beberapa sedan-sedan yang pernah berjaya ditahun tersebut seperti Toyota Greco alias Great Corolla, Honda Civic Wonder, Mitsubishi Lancer Dan Gan, hingga salah satunya yakni Mazda Astina yang mengedepankan segmen khusus dari segi penampilannya. Beberapa pencinta modifikasi masih menilik mobil-mobil tersebut untuk "tunganggan" mereka. Dan seperti halnya Herry Anggara Putra, memilih Astina sebagai besutannya dengan modifan beraroma sporty kombinasi elegan.

Mazda Astina keluaran tahun 1991 tersebut telah mengalami sejumlah perombakan minor mulai pada eksterior bahkan sektor interiornya pun ikut berubah. Pemilihan warna "ngejreng" hijau stabillo demikian Herry menyebutnya, merupakan salah satu upaya dalam membangun imej khas bagi mobilnya. Kemudian ada sedikit ubahan pada lekuk bodykit di bumper dan juga side skirt untuk mengentalkan gaya sport.

Sektor kaki-kaki terutama velg tak luput dari target perubahan, Herry memilih lingkar diamater 17 inci multi jari-jari sebagai penyokong style-nya. Keberadaan bodykit dan velg tersebut  mengharuskan custom pada sektor suspensi. Jika pada umumnya air suspension menjadi andalan, namun Herry dan modifikatornya asal Bandung lebih senang mengandalkan sistem sensor. Sensor ini bekerja dengan cara membaca gerak roda, jadi saat melewati jalan bergelombang atau poldur alias "polisi tidur" maka dengan sendirinya suspensi akan naik seiring roda bergerak kekanan dan kiri sesuai dengan jalur yang dipilih.

Interior harus dikondisikan sesuai keinginan owner dimana konsep racing berpadu dengan elegan. Terlihat dari adanya penggunaan aksesoris racing seperti takometer Auto Glade dan juga setir Type R. Meskipun demikian, overall masih sedap untuk dipandang. Fitur-fitur pendukung sebagai mobil modifikasi harian, terlihat dengan adanya pengggunaan perangkat-perangkat audio system serta pelengkap fashion hadir pula sunroof hasil bongkaran dari Mercy berlabel Best.

Seperti diakui Herry, menutup pembicaraan dengan tim BX Rides, "mobil ini saya gunakan untuk memenuhi aktifitas harian dan saya memang menyukai modifikasi sport dan elegan. Untuk itulah modifikasi mobil saya dipenuhi dengan konsep-konsep tersebut", ujarnya. [nus/timBX]

Spesifikasi :

Mobil : Mazda Astina 1991
Mesin : Standar, aksesoris dan cat pada silinder head
Cat : Hijau Spies Hecker
Velg : JM Sport Wheels 17 inci
Ban : Achilles 205/45 R17 (depan dan belakang)
Suspensi : Custom hidrolik dilengkapi sensor
Eksterior : Custom bodykit
Interior : Full leather, takometer Auto Glade, setir Type R, sunroof Best eks Mercy
Ice : Head unit Sony screen 7 inci, subwoofer Earthquake, power amplifier 4 channel Tensfox, speaker Pioneer

Lokasi : The Cook Shop - Jalan Hang Lekir No.15 Jakarta


Jumat, 29 Juni 2012

Family Gathering di Majalah Otomotif Edisi 09:XXII


Alhamdulillah ...acara Family gathering kemarin yang sudah di rencanakan sebelumnya masuk dalam liputan di majalah otomotif edisi 09:XXII Halaman 38.

Untuk anda yang belum sempet kebagian majalah tersebut silahkan di lihat tampilan di atas dengan double klik untuk memperbesar tampilan.

Dan semoga semakin seringnya tampil dalam liputan liputan media semakin memperkenalkan keberadaan Mazda Astina beserta grupnya : Mazda Astina Indonesia ....... Salam

Kamis, 21 Juni 2012

Mazda 323 Astina 1992 Pemicu Adrenalin Sang Off-Roader



 
JAKARTA - Ada banyak orang memiliki multi hobi alias tak hanya fanatik akan satu hal yang disenangi. Torro bisa menjadi contoh nyata di kalangan anggota Mazda Astina Indonesia.

Pria paruh baya yang masih berjiwa muda ini tak hanya doyan ngoprek Mazda 323 Astina kesayangannya. Lebih dari itu, Torro juga penggemar Harley-Davidson dan besutan pelahap lumpur alias jip.

Baginya memiliki banyak 'peliharaan' justru bisa membuatnya awet muda. Tak heran bila Torro terlihat akrab dan mudah berbaur dengan member Mazda Astina lainnya.

Cerita punya cerita, alasan kepincut dengan Astina lantaran bentuk dan desain sedan yang sangat sporty. Terlepas dari head lamp yang bisa naik turun layaknya sport car sejati, mesin BP yang diusung memang terkenal galak di kelasnya.

Maklum saja, Torro memang tak bisa lepas dari dunia yang sarat adrenalin. “Mau main jip saat itu lagi bosan dan Harley-Davidson  kesayangannya lebih banyak dikerudungi,” kelakar Torro.

Makanya saat bisa memboyong Astina second hand dalam kondisi utuh, sudah banyak rencana terlintas di dalam benaknya. “Paling  pertama adalah mengembalikan ciri khas sport dalam baluran warna cerah,” papar pria bertubuh atletis ini.Bengkel LA Custom di bilangan Lenteng Agung yang sudah menjadi langgganannya sejak lama mendapat proyek cat satu bodi. Warna merah solid menyala layaknya cabai menjadi pilihan utama.

Kaki-kaki dan suspensi dibuat paten dengan seperangkat sokbreker gas dan per keong progresif yang sudah dibuat sedikit lebih pendek. “Kalau mobil ceper mampus, nanti enggak enak sama member yang masih muda-muda,” kekeh Torro yang doyan guyon ini.

Termasuk dalam paket kaki-kaki, karet mounting support sokbreker anyar dan 4 buah pelek racing Works 15 inci bernuansa billet yang dipadu ban Champiro HPY yang dijadikan kuncian saat berkecepatan tinggi.

Jadi makin penasaran untuk melongok kabin mesin tempat mesin BP terbaring. “Saya enggak banyak oprekan untuk mesin karena basicnya sudah kencang,” jelas Torro. Paling sebatas porting/polishing dan ganti header.
In car Entertainment
Tak ketinggalan car entertainment ikut dijejali sebagai pelepas penat seusai kerja atau menjadi hiburan bagi anaknya saat ikut di dalam mobil. Monitor TV in-dash 7 inci yang terpasang di depan dan sekaligus sebagai head unit, ternyata tak sendirian karena sepasang head rest monitor 5 inci bisa diintip untuk memanjakan penumpang di jok belakang.

Tak cuma itu, layaknya sebuah in car entertainment lengkap, Torro juga membangun sistem audio beraliran sound quality yang hampir menghabiskan volume bagasi belakang.

Mulai dari subwoofer JBL 10 inci, mid range speaker Pioneer 2-way, tweeter dan power amplifier Sound Stream berkemampuan besar terlihat serasi di buritan mobil, lengkap dengan sepasang capacitor bank yang dipasang persis di belakang head rest jok belakang.  (mobil.otomotifnet.com)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons