Tampilkan postingan dengan label Artikel Lain Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Lain Lain. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Juni 2012
Jumat, 29 Juni 2012
Family Gathering di Majalah Otomotif Edisi 09:XXII
Alhamdulillah ...acara Family gathering kemarin yang sudah di rencanakan sebelumnya masuk dalam liputan di majalah otomotif edisi 09:XXII Halaman 38.
Untuk anda yang belum sempet kebagian majalah tersebut silahkan di lihat tampilan di atas dengan double klik untuk memperbesar tampilan.
Dan semoga semakin seringnya tampil dalam liputan liputan media semakin memperkenalkan keberadaan Mazda Astina beserta grupnya : Mazda Astina Indonesia ....... Salam
Jumat, 01 Juni 2012
Rangkaian LED Knight Rider
Masih ingat dengan film Knight rider yang populer di tahun 90-an ....Yups Knight Rider
Salah satu film yang di nanti di waktu itu,kemunculan KITT yang sangat exotis baik dari sisi panampilan dan tehnologi yang di benamkan di dalmnya.
Sekarang kita coba melengkapi astina kita yang notabene sudah sangat mirip dengan si kitt agar lebih KEYEN dan beda dari yang lain tidak ada salahnya kalau kita coba lengkapi dengan rangkaian elektronika di bawah ini untuk membuat lampu merah yang ada di depan seperti gambar di atas.Dan lampu tersebut merupakan salah satu ciri dari si KITT.
Lampu LED akan menyala dari tengah ,Dari kiri dan kanan ke tengah dan begitu terus secara kontinyu.
Sudah lama admin mencari rangkaian ini secara tidak sengaja kemarin malem Alhamdulillah ketemu,Biar gampang nyarinya langsung di uploade di sini.Mudah mudahan berguna bagi yang lain.
Oke langsung ke TKP ....
Dalam rangkaian LED ini, 555 adalah sebagai osilator. Output dari 555 secara langsung terhubung ke input dari counter dekade 4017.
Masukan dari counter 4017 disebut garis jam. Sepuluh output Q 0 sampai Q 9 menjadi aktif, satu per satu, naik dari gelombang dari 555. Output masing-masing dapat memberikan sekitar 20mA tapi LED tidak harus terhubung ke output tanpa resistor pembatas arus (100R atau 220R).
Menggunakan enam LED 3mm, layar dapat ditempatkan di bagian depan sebuah mobil model untuk memberikan efek yang sangat realistis. Output yang sama dapat diambil untuk transistor driver untuk menghasilkan versi yang lebih besar pada layar.
Rangkaian ini mengkonsumsi 22mA, hanya memberikan 7mA untuk setiap LED. Output “berjuang” satu sama lain melalui resistor 100R (kecuali keluaran Q0 dan Q5).
Daftar komponen yang diperlukan :
- 1x Timer NE555 Bipolar
- 6x LED (Merah)
- 8x 100 Resistor (1/4W)
- 2x 220 Resistor (1/4W)
- 1x 1K Resistor (1/4W)
- 1x 68K Resistor (1/4W)
- 1x 3.3µF Electrolytic Capacitor (16V)
- 1x 4017 Kontra Dekade
- 1x 9V Tegangan baterai
Skema Rangkaian Knight Rider
Kamis, 03 Mei 2012
Memahami arti tulisan di BAN mobil
Mungkin bagi sebagian dari kita kurang memperhatikan bahwa di setiap ban mobil yang kita gunakan mengandung arti dan tujuan dari si pembuatnya,idealnya dari si produsen ban mobil tersebut sama sama mempunyai standard umum agar konsumen juga gampang dalam membaca informasi yang timbul di ban tersebut.
Biasanya untuk menimbulkan kesan yang berbeda kita sering merubah standard ukuran ban yang sudah di tetapkan oleh produsen antara velg dengan ban OEM ( Original Equipment Manufacturer ).
Untuk itu perlu di pahami tentang tujuan dari penggantian tersebut untuk keseharian,kontes atau kondisi khisus agar sisi safety tetap di utamakan.
Oke ...mari kita sama sama belajar memahami kode ban tersebut :
Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban adalah 65% dari lebar telapak ban.
'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi ban. 'R' di sini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted).
Untuk 'D' maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).
Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/velek dalam satuan inci dan angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban.
Tabel load Index/ beban maksimal yang diizinkan:
86=530kg
87=545kg
88=560kg
89=580kg
90=600kg
91=615kg
92=630kg
93=650kg
94=670kg dan seterusnya.
Huruf "H' terakhir merupakan indikator kecepatan maksimal.
Tabel indikator kecepatan maksimal yang diizinkan:
G= 90km/jam
H= 210km/jam
J= 100km/jam
K= 110km/jam
L= 120km/jam
M= 130km/jam
N= 140km/jam
P= 150km/jam
Q= 160km/jam
R= 170km/jam
S= 180km/jam
T= 190km/jam
U= 200km/jam
V= 240km/jam
W= 270km/jam
Y= 300km/jam
Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm, ketebalan ban dengan aspek rasio 65% x 215(mm) = 129(mm), berjenis radial dengan ukuran velek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman maksimal 210 km/jam.
Ada perbedaan kode simbol batas kecepatan pada sistem Eropa generasi lawas yang diberi kode 215/65 HR15 yang berarti lebar telapak 215 mm/aspek rasio 65, kecepatan maksimal 210 km/jam, jenis radial dan rim 15 inci.
TR=100 Km/jam.
HR=210 Km/jam.
VR=260 km/jam
ZR=340 km/jam.
Tulisan 'DOT' pada dinding ban, berarti ban tersebut telah memenuhi standar persyaratan dari Departement of Transportation (DOT) Amerika Serikat berdasarkan sistem Uniform Tire Quality System (UTQG) atau tiga jenis kemampuan/tingkatan ban, yaitu keawetan/jarak tempuh, daya cengkeram dan daya tahan terhadap temperatur.
Inflation Pressures/Tekanan angin adalah batas maksimum yang diperbolehkan, tetapi belum tentu sesuai untuk jenis mobil Anda. Pakailah selalu tekanan angin yang dianjurkan produsen mobil yang dapat dilihat pada buku petunjuk/manual book.
Di samping kode-kode di atas, ada kode lainnya yang tak kalah penting. Dalam dunia off-road kerap kita mendengar ban berukuran 31 ban 33 dan lain sebagainya. Untuk ban off-road biasanya menggunakan kode sederhana seperti 31 x 10.50 R 15 6PR.
Angka 31 adalah ukuran paling luar diameter ban dalam satuan inci, sementara 10.50 merupakan ukuran lebar ban dalam satuan inci, R adalah jenis ban Radial dan 6PR adalah 6 Ply Rating yaitu jumlah lapisan pola jalinan kawat atau benang di dalam ban yang dalam hal ini maksudnya 6 lapisan.
Kode-kode pada velek
Bahasa velek umumnya lebih sederhana dibanding bahasa ban. Sebagai contoh: Sebuah velek tertera kode 7 1/2 (7.5) x 17 kemudian 4/114.3 dan ET +40.
Angka 7.5 pada rangkaian kode 7.5 x 17 merupakan lebar velek dalam satuan inci sementara angka 17 merupakan diameter velek dalam satuan inci. Arti angka 7.5 x 17 berarti velek memiliki lebar 7,5 inci dengan diameter 17 inci.
Rangkaian kode 4/114.3 merupakan kode untuk menunjukkan jumlah baut yaitu 4 baut dan 114.3 merupakan kode untuk PCD (Pitch Circle Diameter) yaitu diameter pola lingkaran posisi baut dalam satuan milimeter. Jadi jika ada kode 5/112, berarti velek tersebut memiliki 5 lubang baut dengan PCD 112 mm.
Kode ET merupakan ukuran offset velek. Velek memiliki dua bibir yaitu bibir luar dan bibir dalam. Jika dudukan baut velek berada tepat di tengah-tengah antara bibir luar dan bibir dalam (centerline) berarti velek memiliki offset 0.
Posisi dudukan baut velek semakin ke arah luar berarti velek memiliki offset positif demikian pula sebaliknya jika posisi dudukan roda cenderung lebih ke arah dalam berarti negatif. Jadi jika pada velek tertulis ET +40 itu artinya posisi dudukan baut roda pada velek bergeser ke luar sejauh 40 mm.
Umumnya pemilik kendaraan jarang malakukan kesalahan dalam memilih ukuran ban dan velek serta ukuran PCD. Akan tetapi pemilik kerap lalai mengukur offset-nya hingga baru diketahui setelah ban dan velek siap dipasang atau bahkan setelah dipasang pada kendaraan.
Kebanyakan problem yang timbul adalah mentoknya ban dengan komponen bodi kendaraan seperti pada bibir spakbor atau fender, piring dudukan pegas suspensi atau dinding apron maupun dinding rumah roda akibat melupakan faktor offset.
Kalau sudah begini, biasanya pemilik menyiasatinya dengan menambahkan spacer agar ban tidak mentok. Namun perlu diingat bahwa penggunaan spacer membuat velek memiliki potensi bergeser dari posisinya karena tumpuan velek hanya bergantung pada ikatan baut-baut roda.
Seharusnya velek menempel sempurna pada dudukan roda dan tertahan oleh tonjolan poros roda agar posisi roda tetap center pada dudukannya.
Yang tidak kalah pentingnya saat memasang velek, perhatikan lubang tengah velek dan tonjolan pada dudukan velek. Idealnya antara lubang tengah pada velek dan tonjolan hub roda harus masuk secara presisi. Jika Ada celah, sebaiknya Anda meminta ring tambahan untuk di pasang pada center hub roda untuk membantu velek tetap center terhadap poros roda. (OL-07)
Sumber :http://www.mediaindonesia.com
Kamis, 19 April 2012
Domisili Astiner 2012
Untuk memudahkan rekan rekan astiner dari luar daerah dan kebetulan ada di dekat lokasi astiner di tempat tersebut bisa kopdar dadakan dan saling silaturahmi mempererat tali persaudaraan .
Berikut list nama nama Astiner dari masing masing daerah:
- Bandung dan sekitarnya : Rixard George Dillak,Ming shen ( Ivan ),Mahesa Adil "Max" ,Gamee,Sandy Sultan,Sonny Federik
- Yogyakarta dan Sekitarnya : Ogy Oase Faisal,Angga Cardano,Mahesa Adil "Max"Rima,Budiawan Sapto Hadi
- Bekasi dan sekitarnya : Mahesa Adil "Max"Rima,Budi Hartanto
- Kalimantan dan sekitarnya : Nedy,Aditya Rakhman Djain
- Tangerang dan sekitarnya : Dito Satrio,Wegig Mutjahjo
- Cibinong dan sekitarnya :Andy Aozora (關貴良)
- Pemalang dan sekitarnya : Marvelous Jaksa Painan
- Banjarnegara dan sekitarnya : To po
- Cilacap dan sekitarnya : Roni Ch Wijaya,Awan Napoleon,Gracely gress,Wahyu Dwi Yatmo
- Surabaya dan sekitarnya : Trust end
- Solo dan sekitarnya : Yeyeck berkarat
- Sukamandi dan sekitarnya : Agus Anggara,Ichano capirosio,Mas Eng
- Bogor : Fachry Bayu Adi
- Jakarta : Adji Hasan
Untuk nama nama di atas belum semua sambil menunggu updated data terbaru.
Salam
She-Rina
Jumat, 13 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
























































.jpg)





.jpg)




